Tingkat Keuntungan dan Komparasi Pendapatan Jagung Pipilan Melalui Pengeringan Tradisional dan Dryer di Tingkat Petani Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Oku Timur

Authors

  • Refvi Mariska Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Munsiarum Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Sudarti Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Aisah Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1102

Keywords:

Jagung pipilan, keuntungan, Break Even Point (BEP), pendapatan usahatani

Abstract

Proses pengeringan pascapanen merupakan salah satu tahapan penting yang menentukan mutu dan nilai ekonomi jagung pipilan. Di Kecamatan Bunga Mayang, petani masih menggunakan metode pengeringan tradisional maupun dryer, sehingga berpotensi menghasilkan perbedaan biaya produksi, harga jual, dan pendapatan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keuntungan serta membandingkan pendapatan usahatani jagung pipilan antara metode pengeringan tradisional dan dryer pada tingkat petani di Kecamatan Bunga Mayang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 44 responden yang terdiri atas 33 petani pengguna pengeringan tradisional dan 11 petani pengguna dryer. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara terstruktur, dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Break Even Point (BEP), sedangkan perbandingan pendapatan dianalisis menggunakan uji independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dryer menghasilkan kadar air jagung sebesar 12–14%, sehingga meningkatkan kualitas produk dan harga jual dibandingkan metode tradisional. Meskipun memerlukan biaya produksi yang sedikit lebih tinggi, metode dryer mampu memberikan pendapatan yang lebih besar serta nilai BEP yang lebih menguntungkan. Hasil uji t juga menunjukkan adanya perbedaan pendapatan yang signifikan (p < 0,05), yang mengindikasikan bahwa metode pengeringan berpengaruh nyata terhadap keuntungan usahatani. Dengan demikian, penerapan teknologi dryer berpotensi meningkatkan efisiensi pascapanen, pendapatan petani, dan daya saing usahatani jagung pipilan di Kecamatan Bunga Mayang.

References

Badan Pusat Statistik. (2024). Produksi jagung menurut provinsi di Indonesia tahun 2020–2024. https://www.bps.go.id

Juliawan, D. (2024). Analisis efisiensi usahatani padi organik menggunakan pendekatan Break Even Point (BEP). Composite, 6(1), 31–36.

Khaer, M. R., Ilsan, M., & Amri, A. A. (2025). Analisis Break Even Point (BEP) usahatani porang. AGRICENTRA: Jurnal Sains Agribisnis, 1(3).

Nadhar, M., RK, H., Ernawati, E., Luthfi, M., & Elviana, E. (2024). Pengaruh biaya produksi dan harga jual terhadap pendapatan petani jagung. JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia), 10(4), 206–219. https://doi.org/10.29210/020244388

Nainggolan, S., Marpaung, I., Hutasoit, H., Zega, N., & Siallagan, H. (2024). Analisis perilaku biaya terhadap biaya tetap dan biaya variabel. EKOMA: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, 3(5). https://doi.org/10.56799/ekoma.v3i5.4619

Patila, S. W., Rauf, A., & Boekoesoe, Y. (2026). Analisis kelayakan usahatani jagung di Desa Dulohupa Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo. AGRINESIA: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 10(2).

Raharjo, S., & Rahayoe, S. (2020). Teknologi pengeringan jagung untuk peningkatan mutu hasil panen. Dalam Inovasi Teknologi Pertanian Menuju Pusat Unggulan di Bidang Agroindustri (hlm. 298–310).

Rahman, A., Hidayat, T., & Nurhayati, S. (2023). Analisis komparatif pendapatan usahatani berdasarkan penerapan teknologi pascapanen. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(2), 115–126.

Rajawali Pers. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Saputri, M. D., Hasanah, U., & Windani, I. (2024). Analisis kelayakan dan faktor-faktor yang mempengaruhi produksi pada usahatani jagung di Desa Kaibon Kecamatan Ambal Kabupaten Kebumen. Surya Agritama: Jurnal Ilmu Pertanian dan Peternakan, 13(2).

Sari, D. P., Hidayat, M., & Wibowo, R. (2024). Penerapan uji beda dua rata-rata (Independent Sample t-test) dalam analisis pendapatan usahatani. Jurnal Agriekonomika, 13(1), 56–68.

Setiawan, D., & Handoko, Y. (2022). Efisiensi penggunaan mesin dryer pada pengeringan jagung pipilan di tingkat petani. Jurnal Agroindustri Indonesia, 11(2), 87–95.

Soekartawi. (2016). Agribisnis: Teori dan aplikasinya.

Suratiyah, K. (2015). Ilmu usaha tani (Edisi revisi). Penebar Swadaya.

Published

2026-09-07

How to Cite

Mariska, R., Munsiarum, M., Sudarti, S., & Aisah, A. (2026). Tingkat Keuntungan dan Komparasi Pendapatan Jagung Pipilan Melalui Pengeringan Tradisional dan Dryer di Tingkat Petani Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten Oku Timur. Siber Journal of Advanced Multidisciplinary, 4(2), 581–590. https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1102

Most read articles by the same author(s)