Determinasi Kesehatan Jasmani Mahasiswa: Peran Aktivitas Olahraga Rutin dan Gaya Hidup Aktif

Authors

  • Sidni Universitas Mercu Buana, jakarta, indonesia
  • Mario Megananda Universitas Mercu Buana
  • Putra Apriandika Universitas Mercu Buana

DOI:

https://doi.org/10.38035/snesr.v1i2.583

Keywords:

Aktivitas olahraga rutin, gaya hidup aktif, kesehatan jasmani

Abstract

Kesehatan jasmani merupakan aspek penting dalam menunjang produktivitas dan kualitas hidup mahasiswa. Perubahan gaya hidup di era modern cenderung mengarah pada perilaku sedentari yang berpotensi menurunkan kondisi kesehatan jasmani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktivitas olahraga rutin dan gaya hidup aktif sebagai determinan kesehatan jasmani mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur untuk mengukur tingkat aktivitas olahraga rutin, gaya hidup aktif, dan kesehatan jasmani, kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas olahraga rutin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan jasmani mahasiswa. Selain itu, gaya hidup aktif juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan jasmani. Secara simultan, aktivitas olahraga rutin dan gaya hidup aktif berkontribusi secara signifikan dalam meningkatkan kesehatan jasmani mahasiswa. Temuan ini menegaskan pentingnya penerapan pola hidup aktif dan kebiasaan berolahraga secara rutin sebagai upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan kesehatan jasmani di kalangan mahasiswa. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan dan program kesehatan berbasis aktivitas fisik di lingkungan perguruan tinggi.

References

Blair, S. N., Kohl, H. W., Paffenbarger, R. S., Clark, D. G., Cooper, K. H., & Gibbons, L. W. (1989). Physical fitness and all-cause mortality: A prospective study of healthy men and women. Journal of the American Medical Association, 262(17), 2395–2401. https://doi.org/10.1001/jama.1989.03430170057028

Bouchard, C., Blair, S. N., & Haskell, W. L. (2012). Physical activity and health. Human Kinetics.https://doi.org/10.5040/9781492595717

Craig, C. L., Marshall, A. L., Sjöström, M., Bauman, A. E., Booth, M. L., Ainsworth, B. E., … Oja, P. (2003). International physical activity questionnaire: 12-country reliability and validity. Medicine & Science in Sports & Exercise, 35(8), 1381–1395. https://doi.org/10.1249/01.MSS.0000078924.61453.FB

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). Sage Publications. https://doi.org/10.1177/1094428118798750

Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGraw-Hill. https://doi.org/10.2307/2236502

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2014). Multivariate data analysis (7th ed.). Pearson Education.https://doi.org/10.1002/9781118895238

Israel, M., & Hay, I. (2006). Research ethics for social scientists. Sage Publications.https://doi.org/10.4135/9781849208976

Lee, I. M., Shiroma, E. J., Lobelo, F., Puska, P., Blair, S. N., & Katzmarzyk, P. T. (2012). Effect of physical inactivity on major non-communicable diseases worldwide: An analysis of burden of disease and life expectancy. The Lancet, 380(9838), 219–229. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)61031-9

Nunnally, J. C., & Bernstein, I. H. (1994). Psychometric theory (3rd ed.). McGraw-Hill. https://doi.org/10.1037/018882

Pate, R. R., Pratt, M., Blair, S. N., Haskell, W. L., Macera, C. A., Bouchard, C., … Wilmore, J. H. (1995). Physical activity and public health: A recommendation from the Centers for Disease Control and Prevention and the American College of Sports Medicine. JAMA, 273(5), 402–407. https://doi.org/10.1001/jama.1995.03520290054029

Sallis, J. F., Bull, F., Guthold, R., Heath, G. W., Inoue, S., Kelly, P., … Hallal, P. C. (2016). Progress in physical activity over the Olympic quadrennium. The Lancet, 388(10051), 1325–1336. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(16)30054-6

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tremblay, M. S., Colley, R. C., Saunders, T. J., Healy, G. N., & Owen, N. (2010). Physiological and health implications of a sedentary lifestyle. Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 35(6), 725–740. https://doi.org/10.1139/H10-079

Warburton, D. E. R., Nicol, C. W., & Bredin, S. S. D. (2006). Health benefits of physical activity: The evidence. Canadian Medical Association Journal, 174(6), 801–809. https://doi.org/10.1503/cmaj.051351

World Health Organization. (2020). WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour.https://doi.org/10.1016/S0140-6736(20)30353-2

Published

2025-12-23

How to Cite

Sidni, Megananda, M., & Apriandika, P. (2025). Determinasi Kesehatan Jasmani Mahasiswa: Peran Aktivitas Olahraga Rutin dan Gaya Hidup Aktif. Siber Nusantara of Education and Sport Review, 1(2), 59–66. https://doi.org/10.38035/snesr.v1i2.583