Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram (Pleurots Ostreatus) Skala UMKM dengan Pendekatan Techno-Economic di Desa Mendayun Kecamatan Madang Suku I (Satu) Kabupaten OKU Timur

Penulis

  • Intan Nawang Sari Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Muridin Muridin Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Catarina Hariyani Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.
  • Zainul Adhar Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang, Sumatera Selatan, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1188

Kata Kunci:

Oyster Mushroom, Financial Feasibility, Techno-Economic, MSME

Abstrak

Usaha budidaya jamur tiram putih skala rumah tangga (UMKM) milik Bapak Mahmud Rois di Desa Mendayun yang telah beroperasi selama kurang lebih tujuh tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis besarnya pendapatan usaha serta mengevaluasi tingkat kelayakan finansial budidaya jamur tiram putih skala UMKM melalui pendekatan techno-economic. Metode penelitian yang digunakan studi kasus dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Data dianalisis secara techno-economic yang mengintegrasikan aspek teknis produksi (kapasitas baglog, sarana kumbung, produktivitas) dengan aspek ekonomi finansial menggunakan indikator Total Cost (TC), Total Revenue (TR), Pendapatan, Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), Break Even Point (BEP) Produksi, dan Margin Pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas produksi mencapai 3.000 baglog pada kumbung berukuran 6 × 10 meter dengan rak empat tingkat. Selama periode Januari hingga Maret (satu siklus produksi / 3 bulan), total biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp10.776.666, sedangkan total penerimaan yang diperoleh dari hasil penjualan 590 kg jamur tiram dengan harga Rp20.000/kg mencapai Rp11.800.000, sehingga menghasilkan pendapatan bersih sebesar Rp1.023.334 per proses. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukkan nilai R/C Ratio sebesar 1,09 (R/C > 1), B/C Ratio sebesar 0,10 (B/C > 0), margin pendapatan sebesar 8,67%, dan BEP produksi sebesar 538,83 kg. Karena volume produksi aktual (590 kg) telah melampaui titik impas BEP, maka usaha budidaya jamur tiram ini disimpulkan menguntungkan dan layak secara finansial untuk dijalankan serta dikembangkan.

Referensi

Alyatasya, F. L., Sukmawani, R., & Astutiningsih, E. T. (2023). Kelayakan Finansial Usahatani Jamur Tiram Putih (Studi Kasus Di Payung Putih Cisaat Kabupaten Sukabumi). Mahatani: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 6(2), 216-226

Hapsari, D. R. et al. (2024). Manfaat β-Glukan Jamur Tiram (Pleurotus ostreatus) untuk Mencegah Risiko Diabetes: Kajian Pustaka. Karimah tau hid, 3(12), 13354–13368..

Khasanah, N. (2022). Kelayakan finansial usahatani jamur tiram di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman. Mahatani: Jurnal Agribisnis (Agribusiness and Agricultural Economics Journal), 5(2).

Kirani, A. H. (2023). Analisis Revenue Cost Ratio, BEP, dan Payback Period pada Usaha Budidaya Jamur Tiram. Profit: Jurnal Inovasi Ekonomi dan Bisnis, 1(2).

Nurhikmah, Rahbiah, S., & Adam, A. M. T. (2023). Analisis Kelayakan Finansial dan Risiko Produksi Usaha Jamur Tiram Putih (Pleurotus ostreatus). Agricentra: Jurnal Sains Agribisnis.

Pratama, R. A. (2020). Kombinasi Lama Perebusan Kentang dan Konsentrasi Dextros pada Pertumbuhan Spora Jamur Tiram Putih secara InVitro Journal TABARO Agriculture Science, 4(1), 9–18.

Putra, A. D., & Lestari, N. (2024). Pendekatan Techno-Economic pada Usaha Budidaya Jamur Tiram untuk Meningkatkan Efisiensi Produksi.Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis, 8(1).

Diterbitkan

2026-09-20

Cara Mengutip

Sari, I. N., Muridin, M., Hariyani, C., & Adhar, Z. (2026). Analisis Kelayakan Finansial Budidaya Jamur Tiram (Pleurots Ostreatus) Skala UMKM dengan Pendekatan Techno-Economic di Desa Mendayun Kecamatan Madang Suku I (Satu) Kabupaten OKU Timur. Siber Journal of Advanced Multidisciplinary, 4(2), 600–605. https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1188

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama