Pengembangan Media E-comic Strip Cerita Naratif untuk meningkatkan Kemampuan Literasi Membaca dan Karakter (School Well-being) pada Siswa SMP
DOI:
https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1016Kata Kunci:
Karakter School Well-Being, E-Comic Strip, Literasi Membaca, Media PembelajaranAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran berupa E-comic strip cerita naratif yang (1) layak digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, (2) praktis digunakan oleh guru dan peserta didik kelas VII SMP, serta (3) efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca dan karakter school well-being peserta didik. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (Research and Development) menggunakan model 4D yang dikembangkan oleh Thiagarajan, Semmel, dan Semmel, yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 15 Yogyakarta dengan melibatkan peserta didik kelas VII yang terdiri atas kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, tes literasi membaca, dan angket karakter school well-being. Instrumen penelitian meliputi lembar validasi ahli materi, ahli media, ahli literasi membaca, ahli karakter school well-being, angket respons guru dan peserta didik, tes literasi membaca, serta angket karakter school well-being. Validitas instrumen diperoleh melalui validasi ahli dan uji validitas empiris, sedangkan reliabilitas instrumen dianalisis menggunakan koefisien Cronbach's Alpha. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial, meliputi uji kesetaraan, uji normalitas, uji homogenitas varians, uji homogenitas matriks kovarians, uji korelasi, uji MANOVA, dan uji lanjut (Tests of Between-Subjects Effects). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media E-comic strip cerita naratif memenuhi kriteria sangat layak berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, ahli literasi membaca, dan ahli karakter school well-being. Media juga memperoleh kategori sangat praktis berdasarkan respons guru dan peserta didik. Hasil uji efektivitas menunjukkan bahwa penggunaan media E-comic strip mampu meningkatkan kemampuan literasi membaca dan karakter school well-being peserta didik secara signifikan dibandingkan pembelajaran konvensional. Peningkatan tersebut didukung oleh hasil uji MANOVA yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, media E-comic strip layak, praktis, dan efektif digunakan sebagai alternatif media pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP. Penelitian selanjutnya disarankan mengembangkan media pada materi atau jenjang pendidikan yang berbeda agar kebermanfaatannya semakin luas.
Referensi
Afflerbach, P., Pearson, P. D., & Paris, S. G. (2015). Skills and strategies: Their differences, their relationships, and why it matters. Metacognition and Learning, 10(2), 145–169. https://doi.org/10.1007/s11409-014-9120-0
Concannon-Gibney, T., & McCarthy, M. J. (2012). The explicit teaching of reading comprehension strategies: A review of the literature. Reading Psychology, 33(3), 219–240. https://doi.org/10.1080/02702711.2010.495633
Dalahmas, A., Aisah, S., & Evenddy, S. S. (2024). The influence of E-comic strip on students' narrative text writing skill at SMP Negeri 7 Kota Serang. Jurnal Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran, 5(4).
Faradiba, D. G., & Budiningsih, C. A. (2021). Pengembangan media komik berbasis pendidikan karakter peduli sosial pada pembelajaran tematik-integratif. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 7(2), 196–204. https://doi.org/10.21831/jitp.v7i2.24758
Fidianingsih, A., & Priyana, J. (2022). Pengembangan materi membaca berbasis komik untuk kegiatan pengayaan bahasa Inggris di sekolah menengah pertama. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 9(1), 1–14. https://doi.org/10.21831/jitp.v9i1.39373
Fitri, M., Hasibuan, P. A., Nurzena, & Murny. (2023). The use of digital comics on students' reading comprehension of narrative texts. Innovative: Journal of Social Science Research, 3(1), 263–270.
Kemendikbudristek. (2022). Indeks Pembangunan Kebudayaan Tahun 2022. Kemendikbudristek.
Organisation for Economic Co-operation and Development. (2023). PISA 2022 results (Volume I): The state of learning and equity in education. OECD Publishing.
Saputri, D. A., Sunardi, & Musadad, A. A. (2021). Digital comics as a media in EFL reading classrooms. Al-Ishlah: Jurnal Pendidikan, 13(2), 1096–1102.
Sari, D. P., Gani, S. A., & Marhaban, S. (2021). The use of comic book as a media in teaching reading comprehension to improve students' vocabulary mastery. English Education Journal, 12(1), 56–70.
Suparlan. (2021). Pembelajaran membaca dan literasi bahasa. Bumi Aksara.
Nieveen, N. (1999). Prototyping to reach product quality. In J. van den Akker et al. (Eds.), Design approaches and tools in education and training (pp. 125–135). Springer.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Thiagarajan, S., Semmel, D. S., & Semmel, M. I. (1974). Instructional development for training teachers of exceptional children. Indiana University.
Daryanto, & Karim, S. (2017). Pembelajaran abad ke-21. Gava Media.
Konu, A. I., & Rimpelä, M. (2002). Well-being in schools: A conceptual model. Health Promotion International, 17(1), 79–87.
Mayer, R. E. (2020). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Aditya Dalahmas, Ali Muhtadi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Copyright :
Authors who publish their manuscripts in this journal agree to the following conditions:
- Copyright in each article belongs to the author.
- The author acknowledges that the Siber Journal of Advanced Multidisciplinary (SJAM) has the right to be the first to publish under a Creative Commons Attribution 4.0 International license (Attribution 4.0 International CC BY 4.0).
- Authors can submit articles separately, arrange the non-exclusive distribution of manuscripts that have been published in this journal to other versions (for example, sent to the author's institutional repository, publication in a book, etc.), by acknowledging that the manuscript has been published for the first time at SJAM.
























