Implikasi Mahar Terhutang Perspektif Hukum Islam

Authors

  • Shiam Mita Inayah Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Eko Hidayat Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung
  • Ahmad Fauzan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

DOI:

https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i3.1118

Keywords:

Mahar Terhutang, Hukum Keluarga Islam, Akad Nikah, Konflik Sosial

Abstract

Mahar memiliki peran yang penting dalam perkawinan Islam karena melambangkan kemuliaan dan martabat seorang wanita yang akan menikah. Permasalahan muncul akibat ketidakjelasan kesepakatan antara hantaran lamaran dan mahar akad, yang menyebabkan sebagian mahar ditangguhkan menjadi terhutang, sementara wali dari pihak wanita melarang mempelai pria menggauli mempelai wanita hingga mahar terutang dilunasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan studi lapangan, observasi, dan wawancara dengan kedua mempelai serta wali, didukung kajian pustaka terkait hukum keluarga Islam, mahar, dan praktik mahar terhutang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akad nikah tetap sah meskipun mahar ditangguhkan, dan larangan wali bersifat etika sosial, bukan kewajiban syar’i. Perbedaan tafsir mengenai status hantaran lamaran menimbulkan konflik keluarga, yang dapat diatasi dengan komunikasi yang jelas, pencatatan kesepakatan, dan persetujuan mempelai perempuan.

References

Al-Imam -Asy-Syafi’i. Al-Umm Terjemahan, (Jakarta : Victory Agencie) (Ed.). (1989). AlImam -Asy-Syafi’i. Al-Umm Terjemahan, (Jakarta : Victory Agencie, 1989), Jilid VII, hlm. 319. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyya. Asma, K., Yunita, I., & Machrus, A. (2024). Mahar Dalam Pernikahan Sebagai Hak Ekonomi Perempuan: Kajian Tradisi Keagamaan. 67–84. Asy-Syirbini, I. A.-K. (1994). Mughnil Muhtaj ilaa Ma’rifati Ma’aani Alfaazhil Minhaaj. Badarudin. (2024). Akibat Hukum Mahar Istri yang Di Hutang Okeh Suami dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam (StudiKasusDiDesaBasunganKecamatanPagarDewa Kabupaten Lampung Barat). 02(02), 40–46. Creswell, J. W. (2021). Research Design. Doris, E., Permanasari, L., & Karim. (2021). Penyelesaian Sengketa Mahar Muajjalah (Mahar Terhutang) Perspektif Hukum Islam. 10(1). Fauzan, A. (2020). Faktor dan Dampak Pernikahan Pada Masa Kuliah. 1(1), 55–70. Fauzan, A. (2024). Niat Nikah. Ghazaly, A. R. (2022). Fiqh Munakahat (cetakan ke). Harahap, A. A. (2024). Mahar Pernikahan dalam Pandangan Hukum Islam dan Hukum Positif. 1(1), 52–61. Hidayati, T. W. (2025). Mahar Dalam Perspektif Yusuf Al-Qardhawi Dan Relevansinya Terhadap Praktik Sosial Pernikahan Di Indonesia. 6(July), 323–336. Juni, M., Mas’ari, A., & Yanti, N. (2024). Mahar Dalam Tinjauan Hukum Islam: Sebuah Instrumen Perlindungan Hak-Hak Perempuan Dalam Pernikahan. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian Dan Kajian Sosial Keagamaan, 21(01), 2024. https://doi.org/10.46781/almutharahah. Kementerian Agama. (2026). Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Balai Litbang Agama. Khairuddin. (2024). Mahar Dalam Islam : Hukum , Tuntutan , dan Realitas Sosial. 1(2), 87102. https://doi.org/10.58824/jdls.v1i2.222 Kompilasi Hukum Islam Buku I tentang Hukum Perkawinan. (1991). Kementerian Agama. Maki, L. P. (2022). Kedudukan dan Hikmah Mahar dalam Perkawinan. Syakhshiyyah Jurnal Hukum Keluarga, Vol. 2 No. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/syakhshiyyah.v2i2 Millah, W. N. (2023). Mahar Terhutang Yang Tidak Dipenuhi Oleh Suami Sampai Terjadi Perceraian Menurut Fiqih 4 Madzhab Dan Relevansinya Dengan Kompilasi Hukum Islam. 2023. Nasrullah, A. M. A. (2025). Fiqih Munakahat Pernikahan Perspektif Hukum Islam di Indonesia. PT Nafal Global Nusantara. Nazara, A., Hendra, R., & Dasrol. (2024). Tanggung Jawab Atas Mahar Terhutang di Desa Unte Mungkur IV Berdasarkan Kompilasi Hukum Islam. 2(2), 1096–1109. Nurcahyo, I. (2022). Sengketa Mahar Produktif Dan Implikasinya Terhadap Hak Isteri Perspektif Hukum Islam Dan Hukum Positif. Nusi, D. A. J., Kasim, N. M., Dungga, W. A., Ilmu, M., Universitas, H., Gorontalo, N., & Gorontalo, K. (2023). Analisis yuridis kedudukan mahar dalam hukum perkawinan. VII(2), 471–476. Rifqy, M., Hadi, F., Zaini, M. F., & Darajaatul, N. (2025). Relevansi Pengaturan Mahar Dan Dampaknya Pada Keharmonisan Rumah Tangga Masyarakat Kontemporer Di Kecamatan Taman Perspektif Madzhab Syafi’i. 6(April), 36–51. Ritonga, I. N., & Adly, M. A. (2026). Konsep Mahar (Ṣidāq) Dalam Hukum Perkawinan Islam: Analisis Fikih Terhadap Ketentuan Dan Akibat Hukumnya. 3(2), 270–281. Wawancara dengan Kedua Mempelai, Kecamatan Way Jepara, Pukul 14.08, tanggal 31 Mei 2026. (2026). Wawancara dengan Paman (Wali), Kecamatan Way Jepara Pukul 13.20, tanggal 30 Mei 2026. (2026).

Published

2026-10-02

How to Cite

Inayah, S. M., Hidayat, E., & Fauzan, A. (2026). Implikasi Mahar Terhutang Perspektif Hukum Islam. Jurnal Siber Multi Disiplin , 4(3), 33–44. https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i3.1118