Analisis Hukum Islam terhadap Lavender Marriage pada Kaum Lesbi, Gay, Biseksual, dan Transgender (LGBT)
DOI:
https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.833Keywords:
lavander Marriage, Hukum Islam, maqasid al syariah, kaidah fiqih, perkawinanAbstract
Fenomena lavender marriage yang merupakan bentuk perkawinan formal antara laki-laki dan perempuan yang dilakukan bukan atas dasar ketertarikan heteroseksual, melainkan untuk menutupi orientasi seksual atau memenuhi tekanan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis lavender marriage dalam perspektif hukum Islam dengan pendekatan maqāṣid al-syarī‘ah dan kaidah fikih. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif-yuridis melalui studi kepustakaan, dengan sumber data berupa Al-Qur’an, hadis, kitab fikih, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi fikih formal, lavender marriage dapat dianggap sah apabila memenuhi seluruh rukun dan syarat perkawinan yang telah ditetapkan dalam hukum Islam. Namun demikian, penelitian ini menegaskan bahwa keabsahan formal tersebut tidak serta-merta menunjukkan kesesuaian dengan tujuan syariat karena mengandung unsur ketidak jujuran dan berpotensi menimbulkan kemudaratan. Berdasarkan analisis maqāṣid al-syarī‘ah, praktik ini cenderung bertentangan dengan prinsip menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. Selain itu, ditinjau dari kaidah fikih, fenomena ini tidak sesuai dengan tujuan pernikahan dalam Islam serta berpotensi melanggar prinsip kemaslahatan. Oleh karena itu, lavender marriage dalam perspektif hukum Islam lebih dekat kepada perbuatan yang harus dihindari meskipun secara formal dapat dianggap sah.
References
Ahmad, I. M. (2021). Maqashid Syariah dalam Pembaruan Hukum Islam. Jurnal Hukum Islam. https://ejournal.uin-suka.ac.id/syariah/almazahib/article/view/2098?utm
Alawiyah, N. S., & Yazid, I. (2025). Lavender Marriage in the Perspective of Islamic Law : A Case Analysis in Nangka Village , Binjai Utara District. 60–70.
Az Zuhaili, W. (n.d.). FIQIH ISLAM WA ADILLATUHU (Jilid 9). Gema Insani Darul Fikir.
Balik, D., Lavender, M., Penyamaran, M., Tersembunyi, L., Heteroseksual, P., Azlan, O. S., Hanifa, L. C., & Hadiyansyah, D. (2025). Di Balik Metafora Lavender Marriage: Penyamaran Identitas dan Luka Tersembunyi Pasangan Heteroseksual. November, 12–13.
Dina Wulandari, S. A. P. (2021). MENELISIK NILAI MURNI DALAM PRAKTIK PERKAWINAN LAVENDER DITINJAU DARI HUKUM ISLAM DI INDONESIA. 6(7).
Fiteriana, H. (2024). REALISASI KAIDAH FIQH INDUK KELIMA (AL-‘AADAH MUHAKKAMAH) SEBAGAI METODE ISTINBATH DALAM KAJIAN HUKUM KELUARGA ISLAM. 5(1), 424–432.
Ghazaly, A. R. (2019). Fiqh Munakahat. Prenadamedia Group.
Gumirin, E. R. (2020). Keharmonisan Keluarga Perkawinan Beda Agama Di Kota Dan Kabupaten Malang. 1(1), 13–39.
Habibie, A. A., Radwan, I., & Turnip, S. (2025). Lavender Marriage Perspektif Ulama Kota Medan dan Implikasinya dalam Hukum Keluarga Islam di Indonesia. 17(1), 186–206.
Hermanto, A. (2021). AL-QAWA’ID AL-FIQHIYYAH Dalil dan Metode Penyelesaian Masalah-Masalah Kekinian. CV. Literasi Nusantara Abadi.
Hidayat, E. (2026). The Five Major Legal Maxims and Their Influence on Contemporary Economic FatāwāIssued by the National Sharia Council of the Indonesian Ulama Council. 10(1), 78–90.
Ibrahim, D. (2019). AL-QAWA ` ID AL-FIQHIYAH AL-QAWA ` ID AL-FIQHIYAH (1st ed.).
Krishnani, R., Syafuri, & Hidayat, A. (2025). REKONTEKSTUALISASI LIMA KAIDAH FIQIH DASAR DALAM PEMBARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM DI INDONESIA: ANALISIS BERDASARKAN TEORI ISTIṢLĀḤ. 7.
Manafe, J. S., Ataupah, J. M., & Nahak, H. M. I. (2024). Menelaah Lavender Marriage : Pengaruh Sosial dan Konstruksi Identitas dalam Konteks Heteronormatif. Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial PLURALIS, 3(1), 414–425.
Maulana, U. I. N., & Ibrahim, M. (2026). LAVENDER MARRIAGE SEBAGAI KEKERASAN SEKSUAL PSIKIS DALAM HUKUM INDONESIA : REINTERPRETASI PASAL 4 UU TPKS MELALUI PERSPEKTIF HUKUM. 7(April), 17–34.
Miswanto, Hikmawati, I., & Nurhayati, A. (2023). Analisis Maqashid Al-Syariah terhadap Pemenuhan Hak Narapidana Perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Kelas II A Bandar Lampung. 4(2), 143–159.
Muktamiroh, R. (2026). Lavender Marriage Dalam Diskursus Fiqh Kontemporer Melalui Pendekatan Maqā ṣ id al-Syar ī ‘ ah. 5164–5176.
Nadhiroh, U. (2024). Kajian 5 kaidah dalam ushul fiqh. 2(12), 1149–1157.
Nilfatri, Umar, H., & Hgafar, A. (n.d.). Kaidah-Kaidah Fiqih dan Maqashid Syariah. X, 22–28.
Norcahyono. (2021). PENERAPAN KAIDAH RUKHSHAH PADA KASUS HUKUM. 8(I), 40–51.
Nurhaliza, S. (2023). Relevansi Kaidah Fikih dalam Menjawab Isu Kontemporer. Jurnal Syariah. https://ejournal.uinsuka.ac.id/syariah/article/view/xxxx
Rafsanjani, H. (2018). KAIDAH-K AIDAH FIQH (QAWA’ID AL KULLIYAH) TENTANG KEUANGAN SYARIAH. 7(2), 2615–2622.
Ritonga, S. K. (2025). Dialektika Fiqih Kontemporer Terhadap Ketetapan Hukum Lavender Marriage. Jurnal EL-QANUNIY: Jurnal Ilmu-Ilmu Kesyariahan Dan Pranata Sosial, 10(2), 332–346. https://doi.org/10.24952/el-qanuniy.v10i2.14213
Sari, D. A., & Rahman, A. F. (2024). Maqasid al- Syar ’ iah. 2(1), 119–127.
Sofi, M., & Hamidah, T. (2024). Qawaidhul Fiqhiyyah : Sejarah dan 5 kaidah pokok.
Sonafist, Y. (2023). QAWAID FIQHIYYAH ( Korelasi , Urgensi Dalam Istinbath Hukum ). 2(3), 135–143.
Ulandari, D., Dzul, A., Salma, N., Kamal, Z., & Ahmad Zaenal, B. (2025). TINJAUAN LAVENDER MARRIAGE DALAM PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH. JurnalHukumdanKewarganegaraan.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 hamdiallah diah, Eko Hidayat, Idrus Alghiffary

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak Cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Siber Multi Disiplin (JSMD) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JSMD.





















