Analisis Rantai Pasok Pisang Lowe dan Implikasinya bagi Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di Kabupaten Banggai

Penulis

  • Ratmi Rosilawati Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulawesi Tengah, Indonesia.
  • Pardin Ladaksi Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulawesi Tengah, Indonesia.
  • Nur Atni Botutihe Universitas Muhammadiyah Luwuk, Sulawesi Tengah, Indonesia.

DOI:

https://doi.org/10.38035/sjam.v4i3.1254

Kata Kunci:

Pisang Lowe, Rantai Pasok, Margin Pemasaran, Agribisnis Berkelanjutan, Nilai Tambah

Abstrak

Pisang Lowe merupakan komoditas lokal Kabupaten Banggai yang berpotensi dikembangkan melalui penguatan rantai pasok dan peningkatan nilai tambah agribisnis. Namun, pemetaan aliran produk, distribusi margin pemasaran, dan keterkaitan antara produksi dengan pengolahan lokal masih perlu diperjelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis struktur rantai pasok Pisang Lowe, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani, serta implikasinya bagi pengembangan agribisnis berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitatif dengan melibatkan 40 responden di Kabupaten Banggai. Data dikumpulkan melalui kuesioner, observasi, serta informasi harga dan biaya dari pelaku rantai pasok, kemudian dianalisis melalui pemetaan rantai pasok dan perhitungan margin pemasaran serta bagian harga petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok melibatkan petani, pedagang pengumpul, pedagang hilir, dan konsumen. Dengan harga beli Rp15.000 per tandan dan harga jual Rp15.000 per sisir, margin kotor pedagang pengumpul mencapai Rp75.000 per tandan sebelum biaya pemasaran, sedangkan bagian harga petani sebesar 12,50%. Selain pemasaran buah segar, UMKM Anumami menyerap delapan tandan per hari untuk diolah menjadi keripik. Kebaruan penelitian terletak pada identifikasi keterkaitan rantai pasok buah segar dan pengolahan lokal sebagai dasar strategi penguatan kelembagaan, efisiensi pemasaran, dan peningkatan nilai tambah.

Referensi

Abdullah, A., Indrawan, D., Slamet, A. S., Mulyati, H., Purwito, A., & Yuliasih, I. (2026). When the neediest are the least ready: Open business models in Indonesian banana value chains. Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity. https://doi.org/10.1016/j.joitmc.2026.100881

Al-Dairi, M., Pathare, P. B., Al-Yahyai, R., Jayasuriya, H., & Al-Attabi, Z. (2023). Postharvest quality, technologies, and strategies to reduce losses along the supply chain of banana: A review. Trends in Food Science & Technology, 134, 177–191. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2023.03.003

Ariadi, B. Y., Relawati, R., Haryanto, L. I., Kamarudin, M. F., & Agustina, Y. (2024). The promising prospect of banana production and marketing in Indonesia. SOCA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 18(1), 59–76. https://doi.org/10.24843/SOCA.2024.v18.i01.p05

Chandrasiri, M. K. D. C. K., Dharmapriya, U. S. S., Kulatunga, A. K., & Ratnayake, R. M. R. N. K. (2023). Supply chain reconfiguration as an option to mitigate post harvest losses and GHGs: Simulating a case study from banana supply chain in Sri Lanka. Manufacturing Driving Circular Economy (GCSM 2022). https://doi.org/10.1007/978-3-031-28839-5_116

Fiana, R. M., Aulia Raihan, S., & Santosa, S. (2024). Analysis of added value in banana chips agro-industry (Case study of UMKM Nuri Rashi in Padang City). Andalasian International Journal of Social and Entrepreneurial Development, 4(1), 10–14. https://doi.org/10.25077/aijsed.4.01.10-14.2024

Hidayati, D. R., Garnevska, E., & Childerhouse, P. (2021). Sustainable agrifood value chain—transformation in developing countries. Sustainability, 13(22), 12358. https://doi.org/10.3390/su132212358

Hidayati, D. R., Garnevska, E., & Childerhouse, P. (2023). Enabling sustainable agrifood value chain transformation in developing countries. Journal of Cleaner Production, 395, 136300. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2023.136300

Krungkaew, S., Hülsemann, B., Kingphadung, K., Mahayothee, B., Oechsner, H., & Müller, J. (2023). New Sustainable Banana Value Chain: Waste Valuation toward a Circular Bioeconomy. Energies, 16(8), 3453. https://doi.org/10.3390/en16083453

Millah, R. F. S., Setia, B., & Andrie, B. M. (2023). Efisiensi pemasaran pisang nangka (Studi kasus pada Kelompok Tani Hibarsaluyu Desa Selajambe Kecamatan Selajambe Kabupaten Kuningan). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 10(3), 1631–1643. https://doi.org/10.25157/jimag.v10i3.8260

Nurunisa, V. F., Hotman, J., Rifin, A., Wicaksana, B. E., & Sigit, A. (2024). Food supply chain network and market analysis of shallot in Indonesia (Case Study: Brebes District). Jurnal Manajemen Dan Agribisnis. https://doi.org/10.17358/jma.21.3.408

Oksalia, E. P. (2023). Efisiensi pemasaran beras dengan pendekatan structure conduct performance. Jurnal Agribisnis Indonesia, 11(1). https://journal.ipb.ac.id/index.php/jagbi/article/view/40295

Simorangkir, N. C., & Rosiana, N. (2022). Analisis efisiensi pemasaran kopi Robusta. Jurnal Agribisnis Indonesia, 10(1), 113–125. https://doi.org/10.29244/jai.2022.10.1.113-125

Sugianti, C., Imaizumi, T., Thammawong, M., & Nakano, K. (2022). Recent postharvest technologies in the banana supply chain. Reviews in Agricultural Science, 10, 123–137. https://doi.org/10.7831/ras.10.0_123

Widadie, F., Bijman, J., & Trienekens, J. (2022). Alignment between Vertical and Horizontal Coordination for Food Quality and Safety in Indonesian Vegetable Chains. Agricultural and Food Economics, 10(1), 8. https://doi.org/10.1186/s40100-022-00215-w

Zahra, F. A., & Nauly, D. (2021). Analisis saluran pemasaran belimbing dewa di Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok. Jurnal Agribisnis Indonesia, 9(1), 13–22. https://doi.org/10.29244/jai.2021.9.1.13-22

Diterbitkan

2026-10-23

Cara Mengutip

Rosilawati, R., Ladaksi, P., & Botutihe, N. A. (2026). Analisis Rantai Pasok Pisang Lowe dan Implikasinya bagi Pengembangan Agribisnis Berkelanjutan di Kabupaten Banggai. Siber Journal of Advanced Multidisciplinary, 4(3), 707–722. https://doi.org/10.38035/sjam.v4i3.1254