Analisis Kelayakan dan Adaptabilitas Padi Inpari 32 di Kecamatan Belitang Mulya

Authors

  • Setia Putri Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang
  • Munsiarum Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang
  • Solehan Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang
  • Muridin Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Belitang

DOI:

https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1037

Keywords:

Inpari 32, adaptabilitas, kelayakan finansial, usahatani padi, pendapatan petani

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat adaptabilitas varietas padi Inpari 32 serta menilai kelayakan finansial usahatani padi di Kecamatan Belitang Mulya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur. Penelitian menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif terhadap 30 petani pengguna varietas Inpari 32. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan penyebaran kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Pertanian, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan. Analisis adaptabilitas dilakukan secara deskriptif berdasarkan penilaian responden terhadap kemampuan varietas beradaptasi pada kondisi lingkungan setempat. Analisis kelayakan finansial dilakukan melalui perhitungan biaya produksi, penerimaan, pendapatan, Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Net Benefit Cost Ratio (Net B/C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas Inpari 32 memiliki tingkat adaptabilitas yang baik pada kondisi agroekologi Kecamatan Belitang Mulya yang ditunjukkan oleh pertumbuhan dan hasil produksi yang stabil. Hasil analisis finansial juga menunjukkan bahwa usahatani padi Inpari 32 layak untuk diusahakan, ditandai dengan nilai NPV yang positif, nilai IRR yang lebih tinggi dibandingkan tingkat suku bunga yang digunakan, serta nilai Net B/C lebih besar dari satu. Dengan demikian, varietas Inpari 32 tidak hanya mampu beradaptasi dengan baik terhadap kondisi lingkungan penelitian, tetapi juga memberikan keuntungan ekonomi sehingga berpotensi mendukung peningkatan pendapatan petani dan pengembangan usahatani padi secara berkelanjutan.

References

Amalia, R. N., Nuraeni, N., Hasan, I., & Amri, A. A. (2024). Analisis Pendapatan Usahatani Padi di Desa Tonronge Kecamatan Baranti Kabupaten Sidenreng Rappang. WIRATANI: Jurnal Ilmiah Agribisnis, 7(1).

Connor, M., & Malabayabas, A. J. B. (2024). Evolving Farmer Requirements for Rice Varieties in Indonesia. CGIAR.

Fayza, A. D., Prasmatiwi, F. E., & Sayekti, W. D. (2024). Analisis Kelayakan Finansial Peremajaan Usahatani Kelapa Sawit di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis, 12(4), 319–325.

Harumbaha, F. M. S., Kapa, M. M. J., & Nainiti, S. P. N. (2024). Analisis Faktor Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Sawah. Buletin Ilmiah IMPAS, 24(2).

Purbiati, T., Anggraeni, L., Sugiono, S., & Zubaidi, T. (2024). Performance and Community Acceptance of Paddy Management With Balanced Input Cultivation Technology in Kebonagung Village, Madiun, East Java, Indonesia. Heliyon.

Ramadhani, F. M., Ariadi, H., Mufid, A., Handriatni, A., Sajuri, S., & Ximenes, R. da C. (2024). A Comprehensive Study on the Business Feasibility and Optimization Model for Paddy Cultivation on Marginal Agricultural Land in Pekalongan District. Jurnal AGRISEP, 23(2), 351–372.

Ridayati, R., Noormalasari, S., & Hildasari, A. C. (2024). Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah di Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah. AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan, 6(1).

Romdon, A. S., Jatuningtyas, R. K., Hidayat, Y., & Wulanjari, M. E. (2026). Farmers' Perception of Improved Rice Varieties for Climate Change Adaptation in Batang Regency, Indonesia. Climate, 14(1), 25.

Perwata, K., Haruna, N., & Yasmin, Y. (2024). Analisis Faktor Faktor yang Memempengaruhi Produksi dan Pendapatan Usahatani Padi Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur. Jurnal Pertanian Terpadu, 12(2), 141–150.

Published

2026-08-24

How to Cite

Setia Putri, Munsiarum, Solehan, & Muridin. (2026). Analisis Kelayakan dan Adaptabilitas Padi Inpari 32 di Kecamatan Belitang Mulya. Siber Journal of Advanced Multidisciplinary, 4(2), 489–498. https://doi.org/10.38035/sjam.v4i2.1037