Evaluasi Efektivitas Pemberlakuan Efisiensi APBN 2025 dan Dampak Pengakhiran Work From Anywhere (WFA) terhadap Realisasi Anggaran BRPPUPP

Authors

  • Dina Muthmainnah Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia
  • Nurwanti Nurwanti Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia
  • Ni Komang Suryati Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia
  • Melfa Marini Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia
  • Rully Ismanto Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia
  • Rezki Antoni Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan, Palembang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jsmd.v3i4.633

Keywords:

Efisiensi APBN, Evaluasi kebijakan, Work from Anywhere (WFA)

Abstract

Tulisan ini menganalisis efektivitas kebijakan efisiensi APBN Tahun Anggaran 2025 di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP), dengan fokus pada penerapan dan penghentian skema Work from Anywhere (WFA) setiap hari Jumat. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai tindak lanjut Instruksi Presiden tentang efisiensi belanja negara, dengan tujuan menekan biaya operasional tanpa mengurangi kinerja aparatur sipil negara. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, termasuk evaluasi dokumen kebijakan serta analisis data konsumsi listrik selama periode WFA. Hasil analisis menunjukkan bahwa penerapan WFA memberikan penghematan listrik yang terukur namun relatif kecil dan tidak signifikan terhadap total anggaran operasional BRPPUPP. Sebaliknya, penghentian WFA berdampak positif terhadap efektivitas pelaksanaan tugas, penguatan akuntabilitas kinerja, peningkatan koordinasi internal dan eksternal, serta optimalisasi pemanfaatan laboratorium dan fasilitas lainnya. Meskipun terjadi peningkatan biaya operasional pasca-penghentian WFA, manfaat jangka panjang berupa peningkatan produktivitas dan konsistensi pelaksanaan tugas dinilai lebih besar dibandingkan penghematan energi jangka pendek. Oleh karena itu, laporan ini menyimpulkan bahwa kebijakan pengakhiran WFA merupakan langkah yang tepat untuk mendukung efisiensi APBN 2025 secara berkelanjutan melalui peningkatan kinerja dan tata kelola organisasi.

References

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2025). Ringkasan APBN Tahun Anggaran 2025. Jakarta: Kementerian Keuangan RI. Kementerian Kelautan dan Perikanan. (2025).

Surat Edaran Nomor B.171/MEN-SJ/KP.710/II/2025 tentang Penyesuaian Sistem Kerja Pegawai untuk Efisiensi Penggunaan Sarana dan Prasarana.

Surat Edaran Sekretaris Jenderal Nomor: B.845/MEN SJ/KP.710/XI/2025 tanggal 4 November 2025 tentang Pelaksanaan Sistem Kerja Pegawai di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Published

2026-02-01 — Updated on 2026-02-01

How to Cite

Dina Muthmainnah, Nurwanti, N., Ni Komang Suryati, Melfa Marini, Rully Ismanto, & Rezki Antoni. (2026). Evaluasi Efektivitas Pemberlakuan Efisiensi APBN 2025 dan Dampak Pengakhiran Work From Anywhere (WFA) terhadap Realisasi Anggaran BRPPUPP. Jurnal Siber Multi Disiplin , 3(4), 272–279. https://doi.org/10.38035/jsmd.v3i4.633