Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat

Authors

  • Fanni Ariyanti Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia
  • Yurni Suasti Universitas Negeri Padang, Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.696

Keywords:

Unmet Need, Pasangan Usia Subur (PUS), Keluarga Berencana (KB)

Abstract

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 82.509, dengan 46.849 peserta KB aktif. Di Kecamatan Kinali, dari 11.572 PUS, hanya 6.493 yang aktif, sementara 5.079 belum mengikuti program KB. Tingginya unmet need terlihat terutama di Nagari Kinali (491 kasus) dan Bandua Balai (202 kasus).

Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor demografi, sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi unmet need pada PUS di Kecamatan Kinali. Metode yang digunakan adalah kombinasi kualitatif dan kuantitatif melalui kuesioner, dengan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan persentase. Variabel meliputi jumlah anak, umur istri, usia perkawinan, pendidikan, pengetahuan KB, alasan tidak ber-KB, pengalaman penggunaan KB, efek samping, dukungan suami, pekerjaan, pendapatan, dan lingkungan sosial.

Hasil menunjukkan sebagian besar PUS unmet need pernah menggunakan KB namun berhenti, terutama pada pasangan dengan 1–2 anak. Kasus dominan terjadi pada usia 20–35 tahun (1–2 anak) dan >35 tahun (>2 anak). Meski pengetahuan cukup baik, penggunaan kontrasepsi rendah akibat kekhawatiran efek samping, faktor ekonomi, dan kurangnya dukungan suami. Faktor budaya bukan penyebab utama.

References

Adams, A. M., et al. (2013). Quality of family planning services and contraceptive discontinuation. International Perspectives on Sexual and Reproductive Health.

Ahmed, S., Creanga, A. A., Gillespie, D. G., & Tsui, A. O. (2010). Economic status, education and empowerment: Implications for maternal health service utilization. PLoS ONE, 5(6).

Ainsworth, M., Beegle, K., & Nyamete, A. (1996). The impact of women’s schooling on fertility and contraceptive use. World Bank Economic Review.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional. (2020). Pedoman teknis program keluarga berencana di Indonesia.

Bongaarts, J. (2014). The impact of family planning programs on unmet need and demand for contraception. Studies in Family Planning.

Bongaarts, J. (2017). The effect of contraception on fertility: Is sub-Saharan Africa different? Population and Development Review, 43(Suppl. 1), 153–168. https://doi.org/10.1111/padr.12052

Bongaarts, J., & Bruce, J. (1995). The causes of unmet need for contraception and the social content of services. Studies in Family Planning, 26(2), 57–75.

Bradley, S. E. K., Croft, T. N., Fishel, J. D., & Westoff, C. F. (2012). Revising unmet need for family planning (DHS Analytical Studies No. 25). ICF International.

Budiyanti, S., Sari, R., & Wibowo, A. (2020). Faktor penyebab penghentian penggunaan kontrasepsi pada PUS di Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 12(1), 45–53.

Canning, D., Raja, S., & Yazbeck, A. (2015). Africa’s demographic transition: Dividend or disaster? World Bank.

Cleland, J., Bernstein, S., Ezeh, A., Faundes, A., Glasier, A., & Innis, J. (2006). Family planning: The unfinished agenda. The Lancet, 368(9549), 1810–1827.

Cleland, J., Conde-Agudelo, A., Peterson, H., Ross, J., & Tsui, A. (2012). Contraception and health. The Lancet, 380(9837), 149–156. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(12)60609-6

Guttmacher Institute. (2016). Adding it up: Costs and benefits of meeting contraceptive needs.

Hidayati, S., Wahyuni, S., & Prasetyo, B. (2022). Pengaruh pendapatan keluarga terhadap penggunaan kontrasepsi. Jurnal Kesehatan Reproduksi, 8(1), 45–55.

Kurniawati, D., & Setiawan, B. (2021). Faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi keluarga berencana di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 16(2), 101–112.

Lestari, R., & Anggraini, S. (2019). Durasi penggunaan kontrasepsi. Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat, 10(2), 98–107.

Prata, N., Fraser, A., Huchko, M. J., Gipson, J. D., Withers, M., Lewis, S., Ciaraldi, E. J., & Upadhyay, U. D. (2017). Women’s empowerment and family planning: A review of the literature. BMC Women’s Health, 17(1), 1–14. https://doi.org/10.1186/s12905-017-0422-4

Singh, S., Darroch, J. E., & Ashford, L. S. (2014). Adding it up: The costs and benefits of investing in sexual and reproductive health 2014. Guttmacher Institute.

Stover, J., & Ross, J. (2010). How increased contraceptive use has reduced maternal mortality.

Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic development (12th ed.). Pearson.

United Nations Population Fund. (2019). State of world population report.

Watkins, S. C. (2000). Local and foreign models of reproductive behavior. Population and Development Review.

Wijayanti, R., & Suryono, T. (2021). Dukungan suami dan kontrasepsi. Jurnal KB dan Reproduksi, 20(1), 55–63.

World Health Organization. (2015). Ensuring human rights in contraceptive services.

Published

2026-05-02

How to Cite

Ariyanti, F., & Yurni Suasti. (2026). Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Unmet Need pada Pasangan Usia Subur di Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat . Jurnal Siber Multi Disiplin , 4(1), 25–39. https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.696