Analisis Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan Sistem Kerja dengan Pendekatan Metode HIRADC di PT XYZ

Authors

  • Indah Styorini Universitas Pelita Bangsa, Bekasi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.691

Keywords:

Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kecelakaan Kerja, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, HIRADC

Abstract

Tingginya intensitas proses produksi di sektor manufaktur sering kali disertai potensi bahaya kerja yang dapat mengancam keselamatan dan kesehatan pekerja. PT XYZ merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak di bidang produksi susu, di mana aktivitas operasionalnya melibatkan penggunaan mesin, bahan kimia, dan pekerjaan berulang yang memiliki tingkat risiko tinggi terhadap kecelakaan kerja. Berdasarkan hasil observasi awal, ditemukan sejumlah potensi bahaya di area produksi seperti lantai licin, risiko terjepit mesin, paparan kebisingan, serta kemungkinan pekerja terbentur benda keras. Data kecelakaan kerja perusahaan dalam beberapa tahun terakhir juga menunjukkan adanya insiden Lost Time Accident dan First Aid, yang menandakan bahwa sistem pengendalian risiko masih perlu diperkuat. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menganalisis tingkat risiko, menyusun rekomendasi pengendalian yang tepat berdasarkan metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Determining Control dan menyusun usulan perbaikan berkelanjutan sistem kerja  Metode ini digunakan untuk menilai bahaya secara sistematis melalui tahapan identifikasi, penilaian, dan pengendalian risiko. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada sejumlah risiko yang termasuk dalam kategori tinggi dan ekstrem yang memerlukan penanganan yang lebih serius. Rekomendasi pengendalian difokuskan pada rekayasa teknis, pengendalian administratif, serta penggunaan alat pelindung diri untuk menurunkan tingkat risiko. Penerapan pengendalian tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas K3 dan mendukung tercapainya zero accident.

Kata Kunci: Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Kecelakaan Kerja, Penilaian Risiko, Pengendalian Risiko, HIRADC

References

Ameliawati, A. (2022). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja dengan metode HIRADC (Hazard identification, risk assessment, and determining control) di area plant–warehouse. Media Gizi Kesmas.

Badan Pusat Statistik. (2023). Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB Indonesia tahun 2022. https://www.bps.go.id/publication/2023/01/01/kontribusi-manufaktur-pdb.html

Budiono, A. S., Jusuf, R. M., & Pusparini, A. (2023). Bunga rampai hiperkes dan KK: Higiene perusahaan, ergonomi, kesehatan kerja, keselamatan kerja. Universitas Diponegoro.

Broadleaf Capital International Pty Ltd. (2004). AS/NZS 4360:2004 risk management – Third edition. Standards Australia/Standards New Zealand.

Handoko, J. C., & Rahardjo, J. (2017). Perancangan hazard identification, risk assessment, and determining control (HIRADC) di Schneider Electric Cikarang. Jurnal Titra, 5(2), 159–166.

International Labour Organization. (2021). Global trends in occupational safety and health: Post-pandemic analysis. https://www.ilo.org/global/topics/safety-and-health-at-work/resources-library/publications/WCMS_797691/lang--en/index.htm

Kim, J., & Park, J. (2021). Ergonomic and chemical hazards in manufacturing: Implications for occupational health in developing economies. Journal of Occupational Health, 63(1), 1–12. https://doi.org/10.1002/1348-9585.12245

Lazuardi, M. R., Sukwika, T., & Kholil, K. (2022). Analisis manajemen risiko keselamatan dan kesehatan kerja menggunakan metode HIRADC pada departemen assembly listrik. Journal of Applied Management Research, 2(1), 11–20. https://doi.org/10.36441/jamr.v2i1.811

Lee, K., & Kim, J. (2020). Continuous improvement of work systems in high-risk industries: A case study on hazard control and ergonomics. International Journal of Occupational Safety and Ergonomics, 26(3), 512–525.

Mutia, S. (2023). Manajemen bahaya dan pengendalian risiko di industri perkapalan. ARRAZI: Scientific Journal of Health, 1(1), 52–62.

Nindiani, A., Sulastri, F., & Suhara, A. (2025). A literature review on the implementation of continuous improvement in the Indonesian manufacturing and service industries. Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering, 17(1), 12–25.

OHSAS Project Group. (2008). OHSAS 18002:2008 persyaratan sistem manajemen K3. OHSAS Project Group.

Pramadi, M. I., Suprapto, H., & Yanti, R. R. (2020). Pencegahan kecelakaan kerja dengan metode HIRADC di perusahaan fabrikasi dan machining. JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri, 1(2), 98–108.

Smith, A., & Johnson, R. (2018). Work systems design in manufacturing: Integrating ergonomics and safety for continuous improvement. Journal of Safety Research, 67, 45–58.

Sutriyanto, E. (2021, February 25). Tekanan jumlah kecelakaan kerja, industri manufaktur Indonesia didorong gunakan robot. Tribunnews.

Suryono Putro, D. R. (2025). Penerapan lean manufacturing dengan metodologi PDCA untuk mengurangi pemborosan dalam produksi batik tulis (Studi kasus: IKM Batik Abimanyu Kampung Giriloyo) (Tugas akhir, Universitas Islam Indonesia).

Wulandari, A., Rendiyansah, R., & Muharni, Y. (2024). Penerapan keselamatan dan kesehatan kerja di PT. XYZ menggunakan metode HIRADC (Hazard identification, risk assessment and determining control). Journal of Systems Engineering and Management, 3(1), 45–54. https://doi.org/10.62870/joseam.vxix.24948

Published

2026-05-23

How to Cite

Styorini, I. (2026). Analisis Risiko dan Perbaikan Berkelanjutan Sistem Kerja dengan Pendekatan Metode HIRADC di PT XYZ. Jurnal Siber Multi Disiplin , 4(1), 148–161. https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i1.691