Analisis Kinematik dan Pemetaan Spasial Potensi Pembentukan Wedge Berbasis GIS pada Terowongan Bekas Tambang Mangan Kalilingseng

Authors

  • Komang Marsanda Dewi Laksmi Program Studi Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta, Indonesia
  • Rochsyid Anggara Program Studi Teknik Pertambangan, Jurusan Teknik Pertambangan, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i3.1233

Keywords:

Geowisata, Analisis Kinematik, Pemetaan Spasial QGIS, Klasifikasi Massa Batuan, Keruntuhan Baji

Abstract

Terowongan Bekas Tambang Mangan Kalilingseng dimanfaatkan sebagai objek geowisata, namun penilaian kualitas massa batuan secara kuasi-kontinum belum cukup untuk menjamin keselamatan ruang bawah tanah dari bahaya keruntuhan lokal. Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pembentukan baji, karakteristik kestabilan, serta memetakan persebarannya secara spasial berbasis sistem informasi geografis. Penelitian menggunakan metode kuantitatif terapan melalui akuisisi data scanline mapping, klasifikasi massa batuan, analisis kinamtik dengan perangkat lunak Dips, pemodelan tiga dimensi dengan UnWedge, dan pemetaan spasial berbasis chainage pada perangkat lunak QGIS. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga kelompok kekar utama yang saling berpotongan membentuk baji tetrahedral. Pemodelan tiga dimensi menunjukkan bahwa Segmen 1 dan Segmen 5 memiliki kondisi paling kritis akibat potensi falling wedge pada atap terowongan dengan faktor keamanan nol dan volume baji maksimum mencapai 0,830 m3. Sementara itu, Segmen 2,3, dan 4 berada pada kategori tidak stabil akibat potensi wedge sliding pada dinding terowongan. Kebaruan penelitian ini terletak pada metode pemetaan spasial geoteknik berbasis chainage linier yang memadukan analisis kinematik tiga dimensi untuk zonasi berbahaya baji secara kontinu. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam menentukan prioritas perkuatan baut batuan dan batas akses aman bagi pengunjung geowisata.

References

Aguilar-Aguilar, A., Rincón-García, N., & Gómez-Espina, R. (2023). Geomechanical assessment and safety evaluation for the conversion of abandoned underground mines into geotourism sites. Safety Science, 158, 105980.

Arindry, A. P. P., Saptono, S., Nagara, B. D., Koesnaryo, S., & Haryanto, D. (2023). Analisis diskontinuitas stabilitas terowongan bekas bijih mangan Kalilingseng Kulon Progo berdasarkan klasifikasi massa batuan. Jurnal Geomine, 11(1), 01–08.

Barton, N., Lien, R., & Lunde, J. (1974). Engineering classification of jointed rock masses for the design of tunnel support. Rock Mechanics, 6(4), 189–236.

Bieniawski, Z. T. (1989). Engineering rock mass classifications: A complete manual for engineers and geologists in mining, civil, and petroleum engineering. John Wiley & Sons.

Carvalho, J., Hoek, E., & Lee, L. (1991). UnWedge: Underground wedge analysis. Rocscience Inc.

Chani, C. L. (2017). Support design methods for underground excavations in jointed rock masses. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences, 95, 112–124.

Deng, J., Liu, Q., & Yang, X. (2026). Spatial mapping of rock mass quality based on machine vision and geostatistics-block method: Case studies in mining engineering. Tunnelling and Underground Space Technology, 167, 106200.

Donal, R. N. (2020). Pengaruh persistensi bidang diskontinu terhadap kestabilan lereng batuan andesit terkekarkan: Studi kasus kuari andesit Batujajar (Tesis Magister). Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

Fekete, S., & Diederichs, M. S. (2013). Integration of three-dimensional laser scanning with discontinuum modelling for stability analysis of tunnels in blocky rockmasses. International Journal of Rock Mechanics and Mining Sciences, 57, 11–23.

González-Palacio, C., Menéndez-Díaz, A., Álvarez-Vigil, A. E., & González-Nicieza, C. (2005). Identification of non-pyramidal key blocks in jointed rock masses for tunnel excavation. Computers and Geotechnics, 32(6), 402–416.

Goodman, R. E., & Shi, G. H. (1985). Block theory and its application to rock engineering. Prentice-Hall.

Junior, E. (2019). Analisis kestabilan lubang bukaan horizontal bekas penambangan mangan Goa Kalilingseng menggunakan metode elemen hingga. Jurnal Teknologi Pertambangan, 5(2), 45–53.

Lin, M., Zuo, Y., Wang, J., Zheng, L., Chen, S., Sun, Y., & Liu, Y. (2020). Stability analysis of underground surrounding rock mass based on block theory. Bulletin of Engineering Geology and the Environment, 79(8), 4215–4228.

Maryanto, S. (2015). Perkembangan sedimentologi batugamping berdasarkan data petrografi pada Formasi Sentolo di sepanjang Lintasan Pengasih, Kulonprogo. Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral, 16(3), 129–139.

Ojeda, F., Fogel, A., Roy, E., Valerio, M., & Rogers, S. (2024). Probabilistic three-dimensional kinematic analysis to improve design reliability of complex underground excavations. Rock Mechanics and Rock Engineering, 57(4), 2845–2862.

Rocscience. (2026). Dips version 8.0: 3D stereographic projection and kinematic analysis software. Rocscience Inc.

Rocscience. (2026). Unwedge version 5.0: 3D underground wedge stability analysis software. Rocscience Inc.

Rogers, S., Bewick, R. P., Brzovic, A., & Gaudreau, D. (2017). Integrating photogrammetry and discrete fracture network modelling for improved conditional simulation of underground wedge stability. Tunnelling and Underground Space Technology, 63, 185–196.

Saptono, S. (2014). Studi kekuatan geser terhadap pengaruh kekasaran permukaan diaklas batugamping. Prosiding Seminar Nasional Kebumian Ke-7, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Suyono, S., Diah, N., & Cahyadi, A. (2022). Hidrogeologi air tanah: Studi kasus pada lubang bukaan bekas penambangan bijih mangan di Kliripan, Kabupaten Kulonprogo. Jurnal Lingkungan Pertambangan, 10(1), 15–24.

Wang, H., Zhang, L., & Liu, Y. (2024). Spatial integration of 3D underground excavation geometry and geomechanical block hazard mapping using GIS. Automation in Construction, 159, 105240.

Wickham, G. E., Tiedemann, H. R., & Skinner, E. H. (1972). Support determination based on rock structure rating. Proceedings of the Rapid Excavation and Tunneling Conference, AIME, New York, 43–64.

Xiroudakis, G., Koukouvelas, I., & Chatziangelou, M. (2024). Back-analysis of wedge failures in abandoned underground mines to characterize rock mass discontinuities. Engineering Geology, 328, 107380.

Published

2026-10-21

How to Cite

Laksmi, K. M. D., & Anggara, R. (2026). Analisis Kinematik dan Pemetaan Spasial Potensi Pembentukan Wedge Berbasis GIS pada Terowongan Bekas Tambang Mangan Kalilingseng. Jurnal Siber Multi Disiplin , 4(3), 1410–1420. https://doi.org/10.38035/jsmd.v4i3.1233